
Awalnya
Seorang arsitek local yang bernama,Moh soesilo (1948) merancang wilayah kebayoran baru menjadi Kota Taman pertama di Indonesia Kebayoran Baru merupakan adaptasi kota taman bergaya Eropa (Belanda) dalam iklim tropis, sehingga sering disebut sebagai kota taman tropis yang banyak dikembangkan oleh Thomas Karsten di beberapa kota di Jawa (Bogor, Bandung, Malang) dan luar Jawa, di mana arsitek Moh. Soesilo adalah salah satu muridnya.(sumber:www. inilah.com)
Dan Taman yang terletak di ujung jalan Mahakam II lebih dikenal dengan Taman barito dengan luas kurang lebih 7000 M2 menjadi bagian dari kota taman tersebut. Jika ditilik dari pembangunan Taman tersebut hingga hari ini, berarti Taman Barito yang aslinya bernama taman Ayodia telah berumur kurang lebih 50 Tahun dan Pohon-pohon rindang dengan diameter batang lebih dari 50 Cm menjadi tanda dan saksi bisu keberadaan taman tersebut.
Arti nama Ayodia
Entah mengapa Taman Barito yang dulunya mempunyai nama Taman AYODIA , Kata Ayodhyā dalam bahasa sansekerta berarti “yang tidak akan kalah dalam peperangan”.
didalam deskripsi kakawin ramayana kata ayodia banyak sekali tercantum disana
Hana rājya tulya kèndran, kakwèhan sang mahārddhika suçila, ringayodhyā subbhagêng rāt, yeka kadhatwannirang nṛpati
( artinya ; Ada sebuah istana bagaikan surga, dipenuhi oleh orang-orang bijak serta luhur perbuatan, di Ayodhya-lah yang cukup terkenal di dunia, itulah istana Sri Baginda Prabu Dasarata )
Hayuning swargga tuwi masor, deningayodhyāpurā tiçaya, suka nityakāla menak, ring ṛēngṛēng towi ring lahru
( Artinya; Keindahan surga benar-benar terkalahkan, oleh puri Ayodhya yang tiada bandingannya, di sana selalu dalam keadaan aman sentosa, pada waktu musim hujan maupun pada musim kemarau
akwèhning mūlya kabèh, kanaka rajata lèn maṇik hanangkāna, yāngkēn untunya maputih, gumuyu-guyung swarga sor dénya
( Artinya ;Berbagai batu-batuan mulia, emas perak beserta permata terdapat di sana, itu laksana gigi keraton Ayodhya yang putih, seolah-olah tersenyum, surga dapat dikalahkannya )
Hana ta umah kanaka maṇik, kinulilinganikang taman rāmya, wara kanyakā mamēngamēng, surāpsari tulya ring meru
( Artinya ; Ada sebuah balai yang bertahtakan permata, dikelilingi oleh taman yang sangat menakjubkan, tempat para gadis-gadis bercengkerama, bagai bidadari di gunung Mahameru (Himalaya)
phaṭika maṇik ta malahalah, sateja munggwungumah paniñjoan, kadi Ganggā saka Himawān, rūpanya katon sutejā çri
( Artinya; Permata manik-manik tak terbilang banyaknya, semua berkilauan terletak pada balai peninjauan, seperti sungai Gangga dari gunung Himawan, kelihatan berkilauan dan sungguh menakjubkan )(sumber:www. Wikipedia.com)
Jika berlandaskan pengertian kata ayodia seperti apa yang tertera di serat-serat Ramayana tersebut dapatlah kiranya dianalogikan taman ayodia bagaikan keberadaan Taman sorga dunia yang menawan , yang mungkin bermaksud untuk mebikin para pejalan kaki dan pengendara kendaraan bermotor yang melintasi area tersebut merasa nyaman .Akan tetapi Arti kata dalam bahasa sansekerta yang memiliki arti tidak kalah dalam peperangan lebih terasa sangat terasa jika dilihat dari pertentangan dua kubu yang sedang berhadapan yaitu pihak pedagang dan pihak pemerintah.
Pertentangan.
Pemerintah DKI khususnya Dinas Pertamanan berusaha untuk mengembalikan citra tersebut dengan cara menggusur ratusan para pedangang ikan dan bunga yang telah berada dilokasi dari tahun 1970-an dimana terdapat 4000 manusia menggantungkan hidupnya. Kepala Dinas Pertamanan DKI Jakarta mengatakan, kawasan Barito harus dikembalikan ke fungsi semula sesuai Instruksi Gubernur No 36/2006 dan SK menteri Dalam Negeri tentang luas dan keberadaan RTH, dikarenakan Kota DKI Jakarta baru memiliki 9,6%, padahal target keseluruhan mencapai 13,4% kawasan RTH, kawasan tersebut diubah menjadi taman kota. Penataan bekas Pasar Barito ini butuh waktu tiga bulan dan menelan biaya sekitar Rp1,5 miliar (sumber: koran sindo, 2008)
Dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2007, Dinas Pertamanan mengalokasikan anggaran Rp 500 juta untuk sosialisasi pemindahan pedagang Barito. Sosialisasi itu dijadwalkan bulan Januari-Desember 2007. Dinas Pertamanan juga mengalokasikan dana Rp 600 juta untuk pemagaran Taman Ayodia seluas 8.000 meter persegi. Sementara, untuk pembangunan penampungan sementara pedagang dialokasikan sebesar Rp 2 miliar.(sumber : kompas cyber media,2008)
Sedangkan Dipihak Pedagang yang tergusur dari taman tersebut disambut dengan konsep Revitalisasi Taman Ayodia dengan pembiayaan yang tidak sedikit berdasarkan swadaya para pedagang yang terkait tanpa melibatkan bantuan pemerintah, konsep revitaliasi Taman Ayodya yang diusung pedagang merupakan konsep taman yang akan dibangun di lokasi Pasar Barito, namun tetap memiliki fungsi ekonomi, edukasi dan sosial. para pedagang di lokasi ini siap membangun Jakarta Flower and Pet Center.
Melihat kedua kutub yang sampai hari ini belum menemukan mufakat akan dapat dipastikan aka nada pihak yang kalah dan paham “win-win solution” pun menjadi impian
Ironisnya dari sisi Arsitektur Lansekap sebagai disiplin ilmu yang terkait dengan penataan ruang luar seharusnya dapat berperan dengan melakukan proses perencanaan lansekap dengan tujuan mengembalikan fungsi RTH terjebak dalam suatu kondisi bagaikan makan buah simalakama.Disatu sisi ada kepentingan untuk mengembalikan RTH taman Ayodia- Barito menjadi ke fungsi semula sebagai daerah resapan air dan taman interaktif bagi warga Kota Jakarta. Akan tetapi disisi lain harus dengan terpaksa memusnahkan kestabilan sistim sosial ekonomi masyarakat yang telah berjalan dan tumbuh disana selama puluhan tahun
Perencanaan arsitektur lansekap yang seharusnya dapat menjadi alat penyeimbang antara kepentingan fungsi lingkungan dan sosial ekonomi kemasyarakatan terjebak kedalam situasi yang rumit. Sayembara disain perencanaan Taman Ayodia yang diselenggarakan oleh Dinas Pertamanan DKI Jakarta dengan Hadiah Puluhan juta rupiah menjadi terasa pahit dihati dan “oase kota” yang menjadi thema lomba perencanaan menjadi terasa hambar di lidah
Akhirnya
Sayup-sayup terdengar alunan lagu “Aku Cinta Kau Dan Dia” dari band the Rock semakin terasa cocok dan membekas dihati disaat pertempuran kedua pilar kerangka landasan perencanaan dalam ilmu arsitektur lansekap saling berhadapan dan mempunyai nilai yang sama….
Mana yang harus yang dipilih…?






8 comments
Comments feed for this article
February 24, 2008 at 10:12 am
dedidwitagama
Sy selalau menikmati melintas wilayah itu … ada aura yang sulit terucap … nanti gimana ya?
February 24, 2008 at 5:18 pm
smartlandscape
gimana nantinya taman barito akan seperti yang sudah-sudah pak dedi…biasanya taman kota yang telah direnovasi akan diberi pagar ,secara psikologis lansekap akan tercipta ruang yang terpisah dan buyarlah hak kepemilikan publik terhadap fasilitas publik.contohnya;taman Monas,taman Martha tiahahu,taman puring dll….inilah jakarta pak!
October 4, 2008 at 8:14 am
mahabarista
mas, boleh minta referensi tulisan ini gak?
Sumbernya dari mana sih?
aku mahasiswi arsitektur lanskap yang skrg lg mau penelitian mengenai kebayoran baru…
Mudah2an mas berkenan. terima kasih sebelumnya
November 13, 2008 at 7:27 am
smartlandscape
Mbak dewina,data saya lacak sendiri,sebagian dapat di blog indonesia dan sebagian survey langsung kelapangan.
February 18, 2009 at 7:23 pm
lebayautocommunity
Kami Lebay Auto Community akan menggunakan taman ini untuk kumpul2 setiap jumat malam dari jam 8 – jam 11. karena tempat ini pas banget buat melepas letih d kota besar kya Jakarta gni.. semoga kita semua sebagai warga Jakarta bisa menjaga Taman ini agar keindahannya dapat terjaga selalu..
February 25, 2009 at 2:44 pm
frankberthold
Bp John F Papilaya yth, kebetulan saya termasuk diantara penghuni penghuni pertama kebayoran baru (th 1950).
Saya tinggal di Jl.Sungai Sambas 3 (rmh opa saya) sampai sekarang. Tmn Ayodya ada sejak th 1951, landscape nya sangat asri (skrg terlalu mewah). Ditengah danau ada pulau kecil, danau penuh bunga teratai. Wkt itu saya msh kanak2, tempat saya belajar berenang ya di danau dangkal itu. Pohon besar yg bp sebut baru ada diawal th 1970 an (pohon baru).
Pohon2 lama (kelapa, flamboyant, kemuning, oleander) telah lama punah dgn berubah fungsinya taman tsb jadi tempat perdagangan tanaman hias, bunga, kemudian baru di thn 1980 an ikan hias.
February 27, 2009 at 3:40 am
smartlandscape
untuk lebayauto community,senang mendengar bahwa komunitas ini bisa memanfaatkan kberadaan sebuah taman publik sebagai tempat interaksi,karena sebenarnya sebuah taman publik di rencanakan dan merupakan pemberian dari pemerintah daerah bagi warganya sehingga dapat digunakan sebagai tempat sesuai dengan fungsinya,asal warga dapat menjaga keindahan,kelestarian dan kebersihan taman tersebut.bravo lebayauto community…!!!
February 27, 2009 at 3:45 am
smartlandscape
bpk frank berthold,demikianlah keberadaan bapak sebagai saksi hidup dari keberadaan sebuah taman publik telah lebih menekankan arti ebuah taman publik bagi warga,tidak hanya sekedar taman kota tetapi lebih jauh dari itu,sebuah taman kota menyimpan memory kenangan bagi para peminatnya dan hal itu merupakan aset bagi kepedulian warga terhadap lingkungannya.kita harapkan pemda dapat konsisten dengan sebuah peruntukan taman kota dan tidak dengan semena-mena mengganti sebuah taman kota untuk peruntukan fungsi yang lain.Dan pohon sebagai elemen penting dari sebuah taman hendaklah tidak dengan gampangnya ditebang dan diganti dengan yang baru. selamat untuk menikmati new taman ayodya semoga kenangan tetap berlanjut.terima kasih