Kebenaran boleh saja KALAH, tapi Kebenaran tidak pernah SALAH

tapi sebagian orang menyatakan, tetap saja Prabowo KALAH.

Bagaikan Kebahagiaan yang kadang kalah oleh Kesusahan, tapi kita tak pernah putus asa untuk tetap meraih Kebahagiaan.

Kenapa kita tidak pernah putus asa?

Karna kita percaya akan Kebenaran

Bahwa kita bukan hanya ingin bergembira saat meraih kebahagiaan, karna kita mengetahui di dalam Kesedihanpun kita bisa merasakan Kebahagiaan

Jadi yang sejati itu Kebenaran ada Di hati kita.

Bukan karena kebenaran Versi KPU atau Kebenaran Versi pendukung Jokowi

Dan…

Bukan pula kebenaran versi Prabowo.

Tapi kita patut bersyukur dan bangga bahwa kebenaran sejati di hati kita tidak salah memilih Prabowo

Karna apa?

Karena,Prabowo tidak menyalah-gunakan mandat dan suara kita

Keputusan prabowo dalam pidato pengunduran dirinya menjunjung tinggi martabat dan harga diri pemilihnya.

Dalam pidatonya kemaren , jika prabowo haus kekuasaan dan ingin tetap menang, dia bisa saja memerintahkan pada pendukung dan pemilihnya untuk turun kejalan melakukan protes ke KPU.

Bisa bayangkan dengan jumlah pemilih di Jawabarat , Banten dan Jakarta akan mengepung kota Jakarta maka dapat dipastikan Jakarta akan terjadi Perang antar pendukung dan timbul kerusuhan

Dan Hari ini kita akan menjadi saksi Jakarta akan terlihat puing puing kehancuran

Akan tetapi hal tersebut tidak terjadi dan tidak dilakukan olehnya

Karna seorang Prabowo tidak ihklas dan rela negeri yang selama ini diperjuangkan dengan nyawa dan darahnya hancur lebur dan tercerai berai oleh karena kepentingan sesaat

Itulah karakter Prabowo adalah seorang Patriot Bangsa.

Dia menjaga mandat dan kepercayaan dari pemilih dan pendukungnya dengan tidak membiarkan kebenaran sejati di hati pemilih ternodai.

Kita bangga karna kebenaran di hati kita tetap terjaga martabatnya !

Percayalah!

Kebenaran boleh saja KALAH, tapi kebenaran tidak akan pernah SALAH

Saya Bangga sebagai anak bangsa  sudah memilih Prabowo

Dan

Saya Cinta Tanah Air INDONESIA.

 

 

 

 

 

Kesal berjalan di ibukota yang sudah penuh dengan pencemaran udara, bagi sekalangan orang, dikatakan polusi sudah diatas ambang batas toleransi ,tapi bagi saya selaku praktisi lansekap. Udara di Jakarta sudah menjadi racun bagi kehidupan manusia,tidak berbeda dengan karat pada besi yang di biarkan tanpa tindakan maka mobil mewahpun akan habis di makannya.
Dengan menggunakan matematika sederhana dalam hal perkalian bisa dihitung-hitung jumlah racun udara yang di produksi dari knalpot 8 juta pengguna kendaraan tiap hari di jalan raya Jakarta belum lagi jumlah produksi jika dalam keadaan macet, dan hal tersebut berjalan setiap harinya di Ibukota.

Jika jumlah racun udara tersebut sudah diketahui ,coba hitung jumlah Freon yang keluar dari AC setiap hari dari sejumlah gedung atau bangunan rumah di Jakarta, jumlah air limbah domestik dan sampah yang dibuang kedalam tanah atau kesungai oleh penduduk Jakarta yang berjumlah sekitar 9.146.181 jiwa dengan kepadatan penduduk 13.809 jiwa/Km (sumber data BPS 2009)
Dan jika dikatakan selama masih ada kawasan penyangga maka suhu Jakarta akan menurun,itu hanyalah isapan jempol semata karena suhu di Jakarta akan menahan suhu dari berbagai kawasan penyangga tidak akan masuk dan mengalir kesudut ruang-ruang di Jakarta, karena suhu dingin lebih berat dari suhu panas, maka yang akan terjadi suhu panas akan lebih tetap tidak bergerak dan tetap pada posisi semula dimana panas itu di hasilkan.

Dulu kita sering bisa melihat pelangi di Jakarta atau pada malam hari kita masih bisa melihat bintang-bintang dilangit, tapi sekarang kedua fenomena alam tersebut sudah tidak terlihat lagi, bukan karena kedua hal tersebut hilang dari pandangan, kedua fenomena alam tersebut masih ada yang menjadikannya hilang karena,Jakarta sudah di selubungi oleh udara yang menghalangi pandangan karena berjuta-juta ton partikel berada di atas kota Jakarta.

Semua karena jumlah penduduk Jakarta yang melampaui batas ambang daya dukung syarat berdirinya sebuah kota,pernyataan itu memang benar karena jumlah penduduk Jakarta sudah terlalu banyak.
Tapi jangan dibilang karena banyaknya warga Negara yang menuju kota Jakarta untuk mencari kehidupan yang lebih baik, itu pernyataan yang berkesan arogan, tidak semua warga kejakarta karena keinginan untuk hidup lebih baik, tapi saya melihatnya sebagai aspek ‘keterpaksaan; untuk mencari nafkah di Jakarta, karena Jakarta ternyata masih menjadikan dirinya pusat ekonomi.

Siapa bilang Jakarta tempat merubah nasib, Jakarta adalah pilihan terakhir untuk mencari nafkah karena pertumbuhan ekonomi di daerah belum merata.Orang kejakarta banyak yang terpaksa. Jika factor keterpaksaan menjadi dorongan mereka kejakarta,sebagai orang yang terpaksa datang kejakarta akan berpengaruh terhadap perilaku dan gaya hidup kehidupan warga kota, maka jangan disalahkan jika pemakai motor sudah merebut pedestrian sebagai lintasan kendaraannya, pedagang kaki-lima merebut ruang pedestrian,para pembangun perumahan merebut ruang hijau untuk didirikan mal-mal dan apartemen.

Maka pengendalian dampak negatif kehidupan kota bukan tugas seorang gubernur lagi ,karena untuk mengatasinya ada keterbatasan wewenang seorang gubernur dan dapat di pastikan siapapun gubernur Jakarta nantinya tidak akan dapat mengatasi 11 (sebelas) permasalahan pembangunan kota Jakarta seperti yang dirumuskan dalam dokumen RTRW provinsi DKI Jakarta periode 1985-2005 yaitu; Perubahan jumlah penduduk dan commuter tidak terkendali, jaringan jalan dan angkutan umum yang tidak memadai, jaringan drainase dan sanitasi yang tidak memadai, jaringan dan pasokan air bersih tidak memadai,penambangan air tanah berlebihan dan tidak terkendali,urban land subsidence,kemiskinan structural masyarakat kota,urban slum dan urban squatter, banjir dan genangan air,sarana social tidak memadai,penanganan sampah tidak memadai, pencemaran lingkungan (air, tanah dan udara),pencemaran perairan laut, sengketa lingkungan hidup.

Untuk mengatasi semua permasalahan yang di timbulkan oleh 9 juta penduduk Jakarta tersebut tidak akan bisa dilakukan oleh keahlian ,inovasi teknologi ataupun konsep-konsep teoritis seperti penyedian rumah susun vertical atau penambahan luasan ruang Terbuka Kota sebagai obat yang manjur bagi pengendalian polusi, karena jika dalam keadaan normal luasan ruang terbuka 30% dari luas kota mungkin dapat menjadi pengendali pencemaran, tapi kondisi Jakarta tidak memerlukan obat lagi sudah saatnya masuk dalam tahap tindakan amputasi,kota ini sudah sekarat.kemampuan gubernur untuk memperbaiki semua permasalahan tersebut kalah cepat dengan tingkat permasalahan yang terjadi.

Meskipun sudah dilakukan usaha-usaha pengendalian, maka yang terlihat hanyalah tindakan tambal sulam.dan malah sebagian tindakan pencegahan malah menimbulkan permasalahan baru atau permasalahan yang naik makin menanjak tajam.malah dari beberapa riset literature biaya perbaikan lebih mahal dari upaya-upaya pencegahan.
jika baju sudah terlalu sempit untuk di pakai, jangan orangnya yang dipotong,seharusnya membeli baju baru yang lebih pas ukurannya.Sudah saatnya pemerintah Indonesia melalui presiden harus turun tangan membenahi hal tersebut, pemerintah harus berani mengambil sikap dan tegas untuk segera mungkin memindahkan Ibukota demi menggeser pusat pertumbuhan ekonomi kebeberapa titik kawasan, dan mulai berani untuk menempatkan beberapa kementerian pada posisi yang lebih dekat wilayah operasinya,coba kita lihat kementerian percepatan daerah tertinggal malah ada di Jakarta, kementrian kelautan yang seharusnya ada di kawasan kepulauan bukan di daerah urban,kementerian pertanian harusnya ada di Kalimantan atau malah papua,kementerian PU sudah seharusnya berada di provinsi Sulawesi selatan dll.untuk koordinasi antar kementerian pada era modern ini segala dilakukan via digital.

Jika kali ini Presiden RI, tidak dapat mengambil sikap dan tegas dalam mengatasi permasalahan Ibukota Negara Indonesia maka jangan marah manakala macet untuk ke istana dan jangan ngambek manakala istana kebanjiran.

“ No simple Park, No matter how large and how well designed, Would provide the citizens with the beneficial influence of nature.Instead, parks need to be linked to one another and to surrounding residential neigborhoods” (Frederick Law Olmsted at 1903)

Pada awalnya sebuah taman publik di ciptakan untuk memenuhi kebutuhan kepentingan masyarakat umum ,sebuah karya taman publik haruslah dapat menjadi sebuah ruang bagi seluruh anggota masyarakat untuk melakukan fungsi sosial atau manfaat lainnya keberadaan taman tersebut, sebuah wadah bagi manusia sebagai mahluk sosial untuk berinteraksi secara sosial dengan tanpa melihat perbedaan ras , tapi coba kita perhatikan berapa banyak taman publik khususnya di kota Jakarta berapa banyak ruang taman public yang sudah dapat memenuhi tujuan tersebut jika lokasi peletakan taman publik jauh dari jangkauan masyarakat pada umumnya ,belum lagi jika melihat dari kriteria dan standar fungsi lain keberadaan taman publik sebagai pusat informasi , pendidikan ,ekologi dan estetika.

Taman publik merupakan ekspresi dari nilai-nilai demokrasi dimana keberadaan sebuah taman publik merupakan wadah bagi masyarakat saling berinteraksi dengan alam atau sesama anggota masyarakat ini merupakan nilai yang hakiki yang menjadi tema sentral keberadaan sebuah taman publik.Taman publik merupakan ruang pembelajaran bagi penggunanya untuk memahami tentang arti dan makna keterikatan manusia dengan alam dan maha pencipta dan keterikatan manusia antar manusia.

Perebutan ruang pada kota-kota besar telah dalam kondisi kritis apalagi di ibukota jakarta, perebutan lahan yang selalu mempertentangkan kepentingan sehingga seringkali keberadaan sebuah peruntukan lahan untuk kepentingan sebuah taman publik merupakan sisa dari pembagian lahan bagi peruntukan-peruntukan komersial atau peruntukan lain dengan menjunjung tinggi-tinggi nilai ekonomis ,hal ini menunjukan betapa makin tersisihnya ruang bagi masyarakat untuk dapat berekspresi pada ruang taman public ,akibatnya sebuah peruntukan taman publik kadang terletak pada area pinggir atau sudut-sudut kota yang tersembunyi yang merupakan kawasan yang tidak ideal bagi kriteria dan standard sebuah perencanaan taman public belum lagi jika berbicara tentang luasan lahan taman public yang ideal yang hingga hari ini issue ini belum tuntas dikerjakan dengan baik.

Read the rest of this entry »

Banjir dalam sebuah kota bukan hanya merupakan ancaman bagi penghuni dilahan bantaran sungai saja dan bukan sekedar momok bagi warga kawasan dataran rendah, meluapnya air sudah tidak pandang bulu sekali dia datang dia akan melahan seluruh permukaan bumi yang ada dilintasannya dan jika daerah aliran sungai tidak bisa menampungnya maka sesuai dengan hukum gravitasi dan hukumbejana berhubungan maka air akan meluap mencari tempat untuk bermuara.

Tentu kita masih ingat dengan banjir pada bulan februari tahun 2007 yang telah membuka mata semua orang di nusantara ini dan menimbulkan kesadaran tentang akan bahaya banjir, setelah turunnya hujan tanpa henti ,air meluap dan menggenangi hampir sekitar 70 % wilayah ibukota jakarta berarti luas daratan yang terkena banjir seluas 455 Km2 dari luas provinsi kota jakarta yang meliputi luas 650 KM2. Luapan air hujan yang tidak terserap dengan baik telah mengakibatkan timbulnya danau-danau dadakan pada kawasan pemukiman elit, kawasan perkantoran , dan sumur-sumur sumber air minum dan mandi penduduk,seluruh fasilitas perkotaan dapat dikatakan lumpuh total.

Masyarakat terkejut melihat kenyataan dan terbelalak , ternyata air hujan yang selama ini ramah kali ini melahap semua kawasan yang ‘ bebas banjir’ menjadi tempat bermuaranya air hujan bercampur air got,berbagai media telivisi dan media cetak bersilih ganti mengadakan debat dan diskusi dadakan,para pakar perkotaan beradu teori mengenai kejadian tersebut berupaya untuk menganalisa dan menginvestigasi apa yang salah dan siapa yang salah?

Dan hari ini di tahun 2010 banjir itu tetap datang,meskipun tidak dalam kondisi siaga 1 , beberapa wilayah di kota Jakarta menurut media TV dan cetak tetap menjadi langganan banjir. Busyet…banjir sudah punya langganan..!! sudah laku untuk dipasarkan ,meskipun tanpa tim marketing yang andal. Beberapa wilayah di Indonesia tetap saja menderita akibat bencana banjir ini,terakhir bandung menjadi santapan pemberitaan dimana salah satu kawasan kota bandung menjadi korban banjir pada saat menjelang hari raya idulfitri.

Read the rest of this entry »

Beberapa hari ini polemik mengenai wacana untuk dipindahkannya IBUKOTA dari jakarta sedang melanda topik pembicaraan di berbagai kalangan saat menunggu kedatangan kendaraan busway yang telat datang,atau sambil iseng ngobrol ditengah kemacetan lalulintas.

Topik perpindahan IBUKOTA bukanlah barang baru, karena sejak presiden pertama Ir.Soekarno topik ini sudah dibicarakan,bahwa pada saatnya ibukota akan berpindah ke pulau kalimantan,dimana merupakan kota palangkaraya menjadi titik pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia.

Perpindahan ibukota pernah dilakukan disaat perjuangan dulu,ibukota sempat dipindahkan kekota yogyakarta dan hal itu dilakukan tanpa perlu kajian terlebih dahulu.jika sekarang Presiden Susilo mengharapkan perpindahan ibukota dilakukan kajian secara mendalam terlebih dahulu itu sih sah-sah saja,mungkin karena zaman telah berubah.

Secara fisik perkembangan kota, Kota Jakarta memang sudah terlalu padat dan kompleksitas permasalahannya sudah terlalu tinggi,dari sisi kepadatan lalulintas,kepadatan jumlah bangunan dan dari segi lingkungan,Jakarta seakan dipaksakan untuk tetap tumbuh menjadi sebuah kota yang asri.permasalahan jakarta disebabkan karena begitu banyak fungsi yang harus dipikul oleh kota jakarta, mulai dari kota jasa,kota pemerintahan,kota pendidikan dll.

Sebuah tindakan yang arif jika satu fungsi kota jakarta sebagai kota pemerintahan dikurangi sehingga beban dari daya tampung kota menjadi lebir lebar untuk menjadikan kota ini Bersih Manusiawi dan Berwibawa.Jika hal ini terjadi maka dapat dibayangkan kelonggaran ruang yang akan didapat.Pusat pemerintahan akan pindah demikian juga berbagai instansi departemen akan ikut pindah dan mungkin akan di ikuti oleh kantor-kantor negara sahabat.Semua pegawai negeri sipil ,polri dan tentara akan berpindah ke ibukota yang baru di kalimantan.

Mungkin jika hal ini terjadi maka akan terjadi exodus secara besar-besaran dalam sejarah negara,perpindahan penduduk dari satu wilayah kewilayah yang lain.

banyak keuntungan jangka panjang yang akan di dapat dari perpindahan ini,mulai dari kewibawaan negara dengan mempunyai sebuah bangunan kantor presiden yang di bangun oleh putra-putri terbaik bangsa tidak lagi merupakan istana yang merupakan peninggalan penjajahan kolonial,dari segi keamanan bencana alam,ibukota pemerintahan akan lebih aman dari tsunami maupun gempa yang akhir-akhir ini sering terjadi dan akan lebih sering terjadi lagi di masa depan jika dilihat dari efek global warming.

Pengawalan presiden tidak lagi akan membuat masyarakat menepi untuk mempersilahkan bapak presidennya lewat untuk bolak balik kantor dan rumah dan presiden pun tidak harus lagi ganti mobil hanya karena masalah banjir di jalan thamrin.

Dan yang terpenting,kedudukan Ibukota akan berada di titik sentral wilayah Indonesia yang akan membuat semakin tinggi kewibawaan dan kedaulatan pemerintah di mata masyarakat dimana ibukota berada pada titik tengah ruang dan waktu,sehingga jarak waktu antara ibukota dan tanah pertiwi timur maupun barat hanya berbeda 1 jam saja.

sangat elok impian tersebut bagi masa depan bangsa.

tapi,

meskipun hal itu masih perlu di kaji,biarlah sementara waktu menjadi impian yang tak terbeli untuk di bawa tidur.

Bagaimana…???

masih merasa BESAR…???

Mungkin artikel ini sudah pernah di posting berkali-kali di email
maupun di situs lain. Namun tak ada salahnya saya mengulang kembali
disini. Berikut kisah tentang awal mula pendirian sebuah universitas
terkenal di dunia.
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang
berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston , dan
berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan
bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada
urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi
nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya
memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan
pergi,”
katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang
sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia
melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar
kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard,
dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah
tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di
sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami
ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.
bolehkah?”
tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia
tampak terkejut.

“Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa
mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal.
Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin
mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk
Harvard.”

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju
pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah
gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu
memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik
Harvard.”

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang.
Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.

Sang wanita menolehpada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk
memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?”
Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan
kebingungan. Mr. dan Mrs Leland Standford bangkit dan berjalan pergi,
melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka
mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah
peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh
Harvard.
Universitas tersebut adalah Stanford University , salah satu
universitas favorit kelas atas di AS.
Pesan Moral Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju,
dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya,
kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena
baju-baju, acap menipu.

PBNU…..PKB……Pluralisme…..Multicultural…….Imlek………..Papua………forum demokrasi………TNI-Polisi………..Pembela Kebenaran…..Bapak Bangsa……Guru Bangsa…….Negarawan sejati……..Dll…

Gitu aja kok Repot…!!!!

Selamat Jalan Putra Terbaik Bangsa…….18.45 di RSCM Jakarta.

Crap.Crap.Crap…….BruK….!!!!ngeng…ngn…ng….ng……ng..brak….!!!!!
Satu daun yang terpotong adalah 10 rupiah begitulah kira-kira yang menjadi pikiran penebang pohon di Jakarta.
Keberadaan jasa penebangan pohon ini di tandai dengan keberadaan iklan jasa penebang pohon sering terlihat di setiap sudut-sudut kota, iklan yang berisikan kalimat penebang pohon dengan di sertai nomor telpon yang dapat di hubungi ini tertempel pada tiang listrik, pada dinding-dinding bangunan pasar dan kadang sungguh ironisnya iklan jasa penebang pohon ini terpaku pada pohon-pohon pelindung di jalanan.
Keberadaan iklan-iklan jasa penebang pohon seakan ikut menantang keberadaan iklan program pemerintah ‘ One Man One Tree’ yang terpancang megah di setiap sudut kota dan sering muncul di Media TV-TV swasta.Iklan jasa penebang pohon seakan tidak mau kalah populer dengan para artis selibritis yang mau berpanas ria membagikan bibit pohon kepada setiap pengendara mobil yang lewat di sekitar bundaran HI.

Keberadaan jasa penebang pohon akan dapat di maklumi jika melihat sangat kristisnya kesehatan pohon-pohon besar pelindung di Jakarta, memang sebagian besar pohon pelindung di jalanan Jakarta bisa dikatakan menderita penyakit osteoporis yaitu suatu penyakit tulang pada manusia yang ditandai dengan massa tulang yang rendah dan kerusakan pada mikro arsitektur tulang,sehingga meningkatkan risiko fraktur atau patah tulang.oleh sebab itu maka tidak salah jika Pohon-pohon besar pelindung tersebut dikatakan Pohon berpenyakit osteoporosis dan siap untuk di amputasi atau di tebang.

Ini merupakan hal yang lucu,kenapa? Karena seharusnya semakin besar pohon pelindung tersebut maka semakin optimalah fungsi dari pohon tersebut sebagai peneduh jalan dan juga sebagai pabrik oksigen atau istilah kerennya ’paru-paru kota’ akan tetapi semakin besar pohon pelindung tersebut maka semakin besar pulah bahaya yang mengancam yang siap menimpa siapa saja yang berada atau melintas di bawah pohon tersebut.
Bukan berita baru jika sudah terjadi puluhan kali pohon besar pelindung tersebut memakan korban jika tumbang pada saat hujan dan kadang pada saat cuaca cerahpun pohon di jakarta seakan siap menerkam siapa saja yang melintas .

Read the rest of this entry »

 

Glegar………

Hujan yang lebat membuat Jakarta dalam dua hari terakhir membuat kota terlihat wajah aslinya,wajah yang jauh dari sebutan kota metropolitan.disana sini terjadi kemacetan dan banjir di jalanan akibat dari drainase kota yang tidak terencana dengan baik.

Kota yang seharusnya dapat memberikan rasa aman bagi penggunan jalan seakan sirna pada saat hujan datang.

Coba bayangkan untuk berkendaraan di Jakarta pada waktu hujan datang,tidak saja harus cepat mengambil keputusan jalur jalan mana yang harus di lalui sehingga tidak terjebak macet ,kini ditambah dengan konsentrasi penuh untuk tidak sekedar mengendarai kendaraan tetapi juga konsentrasi akan terjadinya pohon dan papan reklame yang siap tumbang secara tiba-tiba.

  Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.