You are currently browsing the monthly archive for September 2007.

 

Jika kita mendengar kalimat PONDOK INDAH, maka akan terbersit dalam pikiran kita tentang keteduhan, kenyaman ,kemewahan dan segala hal yang menjadi impian setiap warga ibukota untuk meraihnya,akan tetapi kali ini sungguh berbeda keadaannya,kali ini PONDOK INDAH MERANA. Ada apa yang terjadi disana…???

Kawasan pondok indah yang terkenal sebagai salah satu perumahan elite ,tempat tinggalnya para pejabat dan artis-artis top Negara Indonesia kembali menyedot perhatian masyarakat ibukota, sejak hebohnya peristiwa penghuni Rumah Hantu di pondok indah era tahun 90-an dan malah sempat dijadikan ide cerita sebuah produksi film layer lebar nasional,Kali ini giliran penghuni perumahan pondok indah meratap disebabkan akan hilangnya sebagian pepohonan yang berada di nadi lalulintas perumahan ini.

520 pohon palem yang telah berusia rata-rata 30 tahun akan dipindahkan entah kemana demi pembangunan lintas busway koridor VIII rute lebakbulus – harmoni. Penghuni perumahan pondok indah melalui kuasa hukumnya akan melakukan class action kepada pemerintah daerah khususnya walikota jakarta selatan dengan mengacu kepada UU no 23/1997 tentang Lingkungan Hidup.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Mega-mega jang disentuh, pudar karena keagungan kerja
Badai-badai jang ditentang,njisih karena keagungan jiwa
Tiadalah kebahagiaan sebesar kebahagian selesai kerja

 

Tiadalah kelapangan sebesar kelapangan kemenangan jiwa
Dan semua pengabdian Diuntukkan bagi keagungan bangsa
Dan semua kelelahan Diuntukkan bagi kemulian manusia……..

 

Sebuah puisi tertuliskan pada sebidang bingkai terbuat dari kuningan di ruang lobby Hotel Indonesia, dan tertulis pada saat peresmian Hotel Indonesia tanggal 5 Agustus 1962 sedangkan diluar bangunan hotel Tugu Selamat Datang juga berdiri dengan megahnya melambaikan tangan keramahan dan keceriaan bangsa Indonesia menyambut kontingen-kontingen duta olahraga pada pesta Asian Games tahun 1962 .

 


hi MONUMEN PATUNG SELAMAT DATANG, Bundaran HI berada tepat pada garis axis Utara –Selatan mengikat kawasan pelabuhan Tanjung Priok disebelah Utara dan kawasan Kebayoran disebelah selatan ,serta mempunyai simbol-simbol tertentu dengan dua pilar beton dengan tinggi 30 meter dengan tinggi patung sekitar 7 meter terletak pada poros lingkaran piring raksasa dengan garis tengah selebar 100 meter dengan landasan dikelilingi oleh air kolam yang merefleksikan bentuk patung itu dalam bayangannya seakan memberikan kesan kedalaman arti dan makna dari keberadaan monumen selamat datang , sungguh megah monumen terlihat seakan-akan melambai mega raya dilangit.

Jika kita menanyakan kepada orang-orang tua tentang kemegahan monumen tersebut pastilah mereka dengan bangga menceritakan kisah berdirinya Monumen Patung selamat Datang tersebut.

 

Beberapa puluh tahun kemudian…

 

Read the rest of this entry »

‘Lebih baik saya memahami satu penyebab daripada menjadi raja persia’

 

Democritus dari Abdera.

 

bumiBUMI adalah tempat yang indah dan tenang, semuanya berubah namun dengan proses yang lambat tanpa kita manusia sendiripun menyadari perubahan tersebut .
Kita dapat mengalami satu kehidupan penuh dengan suka dukanya dan kadang tidak pernah secara pribadi menemui petaka alam yang lebih ganas daripada Badai Tsunami, Gempa Tektonik, terkena radiasi Bom Nuklir, dan akibatnya kita menjadi puas diri, santai dan tidak perduli dengan situasi yang ada disekeliling.

Namun pada sejarah alam, rekaman nyata menunjukan hal lain, Alam pernah dihancurkan. Bahkan kita manusia dengan kesombongannya telah mengembangkan kemajuan teknis, yang meragukan dengan menimbulkan kehancuran diri kita sendiri tanpa sengaja maupun dengan kecerobohan ,Pada permukaan planet bumi disisi lain, rekaman masa lalu tersimpan ada banyak bukti yang melimpah tentang berbagai bencana perang, bencana kelaparan dan bencana alam.

 

Masyarakat terus berkembang seiring Kebudayaan, Ilmu dan Teknologi. Dimana di dalamnya orang-orang dewasa kurang memiliki toleransi terhadap agresi teritorial ritual dan hierarki sosial. Desakan kuno tentang semangat nasionalisme dan kebanggaan bangsa yang berlebihan melatar-belakangi kewajiban moral untul berlomba menjadi yang terunggul dengan cara memiliki senjata pemusnah massal. Nuklir dan melakukan agresi terhadap bangsa lainnya dan menjadikan manusia bagaikan sandera bagi senjata nuklir tersebut. Kecerdasan kita dan teknologi super canggih yang dimiliki manusia saat sekarang memberikan kekuasaan untuk mempengaruhi iklim, mencemari atmosfir dan merubah bentuk permukaan bumi, mereka lupa pada kenyataan bahwa konsekuensi jangka panjang atmosir tidak diketahui dan masih merupakan misteri.(kosmos,carl sagan)

 

Read the rest of this entry »

You can Fool Some Of the People All the Time And all the people some of the time; But you can’t FOOL all the people all the TIME Abraham Lincoln

 

Lagi-lagi kebohongan telah dilakukan dan diciptakan teori ‘PEMBENARAN’ dengan dilandasi berbagai argumentasi kepentingan golongan tertentu.Peruntukan RTH ( Baca ; Ruang Terbuka Hijau) jelas tercetak pada peraturan daerah , mempunyai fungsi utama sebagai ‘paru-paru kota’ telah berganti dan mengalami degradasi perubahan makna dan arti sebagai fungsi ‘cadangan tanah’ bagi pertumbuhan dan perkembangan kota. Akibatnya ,kebingungan terjadi dalam menentukan landasan berpijak saat mengambil sikap untuk menyiasati makin berkurang dan berubahnya fungsi sisa-sisa RTH di ibukota Jakarta.

 

Sungguh ironis, program Bapak Sutiyoso sebagai Gubernur DKI yang terdahulu yang terkenal dengan Program kerja ‘ijo royo-royo dan burung berkicaunya’ dan belum sempat rampung pada akhir jabatan selama 5 tahun, telah tergantikan dengan program Gubernur DKI yang baru walaupun dengan orang yang sama untuk merobohkan setiap pohon besar di jalur-jalur strategis kota dan menggantikannya dengan tiang-tiang jalur transportasi ‘monorel’ dengan mendepankan kepentingan jalur transportasi untuk mengatasi kemacetan kota jakarta.

 

Inkonsistensi Pemerintah daerah dalam menjalankan program nya selama ini sudah menjadi hal yang lumrah dan dapat dimaafkan, pameo “ berganti gubernur berarti berganti juga program kerja” sudah menjadi hal yang baku dan menjadi santapan para masyarakat kota dan menghilangkan kepastian dan pengharapan akan terwujudnya suatu program yang berpihak kepada masyarakat kota.
Standar peruntukan luasan Ruang Terbuka Hijau pun menjadi kata pemanis bagi indahnya dan idealnya sebuah buku ‘standarisasi pedoman perencanaan kota Jakarta”.

 

Permasalahannya adalah :

Apakah Gubernur Kota Jakarta yang baru terpilih yaitu Bapak Fauzi Bowo Akan kembali melakukan hal yang sama seperti pendahulunya yaitu memasyarakatkan penebangan pohon kota dan melakukan minimalis luasan RTH ?

 

Read the rest of this entry »