Pertumbuhan pembangunan dikota-kota besar seperti Jakarta mengakibatkan jumlah ruang hijau semakin berkurang, tampak di setiap sudut kota bangunan-bangunan tinggi menjulang terutama di jalan protokol Thamrin-Sudirman, sedangkan didaerah pinggiran kota pembangunan perumahan real estate telah merubah bentuk bentang alam dan hanya menyisakan sedikit area tanah untuk ruang terbuka hijau dan itupun hanya untuk sekedar pertimbangan visual estetika.

Kerapatan dari bangunan dijakarta telah melewati dari pada ambang batas idealnya perbandingan antara ruang tidak terbangun dan yang terbangun, pada wilayah peruntukan yang seharusnya memiliki kriteria pembangunan 30% : 70% ,dimana jumlah yang terbangun pada suatu wilayah hanya diperbolehkan 70% dari jumlah luas kawasan sedangkan sisanya merupakan daerah hijau.

Kepadatan dan Kerapatan Bangunan dikota-kota besar Indonesia khususnya di jakarta secara tidak langsung ikut menciptakan dan menambah tingginya efek rumah kaca yang terjadi, berkurang luasan daerah hijau menyebabkan udara panas jakarta kurang terabsorsi dengan baik sehingga terjadi apa yang disekenal dengan nama “urban Heat Island Effect”. Suhu udara kota mengalami peningkatan tajam akibat dominannya material perkerasan yang tidak bisa menyerap energi UV ray dari cahaya matahari dengan baik seperti infrastruktur jalan, penggunaan mesin pendingin /Air conditioning yang mengeluarkan energi panas, Material bangunan yang merefleksikan energi panas, energi panas dari mesin-mesin kendaraan bermotor dan mengecilnya daerah pendingin seperti luasan jalur sungai dan danau-danau butan. untuk menyiasati hal tersebut seharusnya pemerintah daerah jakarta mulai memikirkan solusi-solusi yang tepat dimana ketersediaan ruang- ruang terbuka hijau tidak mungkin terjadi,profil dibawah ini merupakan gambaran kondisi peningkatan suhu yang terjadi sehingga terbentuk apa yang dinamakan ‘urban heat island effect’

Pengoptimalan bentuk atap dengan teknologi “Green Roof” pada bangunan ‘Green Architecture’ merupakan salah satu solusi yang baik bagi alternatif ketersediannya kawasan hijau baru bagi perkotaan , dibeberapa negara lain telah mulai mencoba untuk menerapkan solusi ini seperti pada contoh dibawah ini.

greenroof

Untuk penjelasan terperinci dapat di lihat pada designflute

Advertisements