You are currently browsing the monthly archive for June 2008.

saling tudingUntuk mencari Siapa yang Pertama bertanggung jawab terhadap banjir yang melanda Jakarta mungkin bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami.semua pihak akan menghindar dengan segala macam alibinya baik itu pihak pemerintah maupun pihak masyarakat ,Aksi saling tuding dan saling tunjuk akan menjadi tontonan yang seru, menuding masyarakat karena buang sampah sembarangan, menuding spekulan tanah yang bermain dibalik pembebasan tanah hingga tidak adanya kejelasan grand masterplan kota yang katanya paling wahid.

Efek saling tuding tidak hanya terjadi pada permasalahan banjir di Jakarta ,jika kita menyaksikan acara TV yang penuh dengan acara-acara debat maupun diskusi terlihat nyata, saling tuding dan saling tunjuk merupakan senjata pamungkas yang akan digunakan jika telah terpojok untuk menghadapi pertanyaan, Siapakah yang bertanggungjawab? Tidak ada satu pihak pun bersedia menjadi pihak pertama yang menyatakan bertanggung-jawab akan segala permasalahan tersebut.

Barangkali sudah terbiasa untuk saling tuding dan akhirnya ditudinglah pihak yang kadang tidak tahu menahu bahkan tidak terkait dengan inti permasalahan , tiba-tiba terciptalah sosok ‘kambing hitam’ untuk dijadikan tumbal sekedar untuk sebagai penyelamat sementara.

Read the rest of this entry »

Advertisements