You are currently browsing the monthly archive for November 2008.

Musim penghujan telah mulai datang dan akibat daripada itu,sebagai warga Jakarta kita telah mengetahui dampak apa yang akan terjadi di sekitar kita di 2-3 bulan mendatang.Musim Banjir akan menjadi bagian kehidupan bermasyarakat sehari-hari di Jakarta,melihat waduk-waduk dadakan dan tergenangnya air di kamar tidur sudah pasti menjadi menu sehari-hari.

Air akan meluap tanpa pandang bulu,kawasan-kawasan yang biasanya bebas dari banjirpun kali ini perlu berhati-hati.dari pelajaran banjir di bulan februari tahun 2007 yang lalu,kita dapat saksikan air meluap tidak hanya pada sebatas daerah banjir akan tetapi telah masuk di daerah-daerah kawasan yang biasanya bebas akan bahaya banjir.

Fakta

Didalam bukunya ‘Mengurai Ancaman Banjir’ karangan Drs H.Ma’mun Ir.Msi didapatkan data bahwa luas provinsi DKI Jakarta adalah seluas 650 KM2/ 65.000 Ha, mempunyai ketinggian tanah 0-10M Diatas Permukaan Laut (dari titik 0 Tg.Priok) dan 5-50 M Diatas Permukaan Laut  (dari Banjir kanal sampai batas selatan DKI Jakarta) Hampir separuh luas area DKI Jakarta yaitu 40 % atau 24.000 Ha merupakan dataran rendah terutama didaerah Jakarta utara yang berada di bawah permukaan air laut pasang yang berarti tanpa datangnya hujanpun ,areal tersebut akan mengalami banjir akibat naiknya air laut kepermukaan.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Mustahil bagi kota jakarta dapat memiliki luas Ruang Terbuka HIjau ( RTH ) sebesar 30% seperti yang ditetapkan oleh UU.Tata Ruang No:26/2007 . Kesulitan Pemda DKI dalam merealisasikan hal tersebut dapat terlihat dari hasil wawancara dengan Ir.Ery basworo,Kepala Dinas Pertamanan DKI  pada sebuah program stasiun TV November 2008.Dengan bersusah payah pun Pemda DKI pada tahun 2010 hanya akan memiliki Luasan RTH sekitar 14% saja.dan hal itu masih jauh daripada kebutuhan ideal luas RTH bagi masyarakat kota.

Jika harus dilakukan pembebasan tanah dengan cara membeli ,maka Pemda DKI akan memerlukan uang kurang lebih sebesar 15 Trilyun Rupiah ( 16% luas area X harga asumsi tanah di DKI Rp 1.500.000/M2 ) ,Dana tersebut akan di dapatkan dari beban Pajak masyarakat.

Sebenarnya sejak tahun 1965 sudah dicanangkan luasan RTH dki seluas 37 %, Perencanaan Kota yang matang pada saat rencana induk itu disahkan sebenarnya akan membuat kota Jakarta hari ini menjadi kota Hijau (green city), Rencana induk tahun 1965-1985 menjanjikan kepada  masyarakat DKI untuk bisa memiliki beberapa Hutan kota seperti Hutan Senayan, Hutan Tomang, Hutan Pantai kapuk, Hutan Kelapa Gading, Hutan Sunter, dimana area resapan air menjadi luas sehingga banjir  bukanlah momok yang harus di takuti serta fungsi ekologis dari kawasan tersebut akan menjadi filter ampuh bagi polusi dan pencemaran serta tidak ada lagi pohon tumbah atau patah karena luasnya area untuk akar menyebar.

Read the rest of this entry »