You are currently browsing the monthly archive for January 2009.

Umpatan berbalas umpatan menjadi hal yang biasa jika menjelang  musim hujan di jalan-jalan jakarta,umpatan dari pejalan kaki yang terkena cipratan genangan air yang muncrat akibat kencangnya pengendara motor yang melintas dan menggunakan jalur pedestrian sebagai  ’jalur resmi’ alternatif dilanjtkan dengan umpatan dari pengendara motor kepada pengemudi kendaraan roda empat yang seakan tidak ingin memberikan jalan bagi pengendara motor untuk ikut berdesakan di kemacetan jalan raya. Di sisi lain terdengar umpatan  pengendara mobil kepada sopir bus angkutan umum yang berhenti atau berbelok tanpa pemberitahuan terlebih dahulu untuk mengambil ’rejeki’ dari pejalan kaki yang tidak menunggu pada halte yang telah tersedia.

Berbalas pantun yang harusnya merupakan keindahan budaya bangsaberganti seketika menjadi berbalas umpatan yang berisikan kata-kata tidak pantas penuh dengan aroma kebencian,dan semua itu terjadi manakala hujan melanda jakarta.

Berbagai komentar,pendapat dan analisa dan seribu teori ampuh dikumandangkan dari para pakar di beberapa stasiun TV swasta maupun pemerintah untuk dapat mengatasi permasalahan kemacetan jalan di kota jakarta ,tapi semua itu akan menjadi ’barang usang’ jika kita berada pada situasi di jalan jakarta pada saat hujan. kecerdasan dalam menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar menjadi ’kecerdasan’ menggunakan kalimat umpatan.dan kadang akan berlanjut dalam situasi percekcokan antar penggunan jalan yang kadang berakhir dengan proses baku hantam.

Read the rest of this entry »

Advertisements