Glegar………

Hujan yang lebat membuat Jakarta dalam dua hari terakhir membuat kota terlihat wajah aslinya,wajah yang jauh dari sebutan kota metropolitan.disana sini terjadi kemacetan dan banjir di jalanan akibat dari drainase kota yang tidak terencana dengan baik.

Kota yang seharusnya dapat memberikan rasa aman bagi penggunan jalan seakan sirna pada saat hujan datang.

Coba bayangkan untuk berkendaraan di Jakarta pada waktu hujan datang,tidak saja harus cepat mengambil keputusan jalur jalan mana yang harus di lalui sehingga tidak terjebak macet ,kini ditambah dengan konsentrasi penuh untuk tidak sekedar mengendarai kendaraan tetapi juga konsentrasi akan terjadinya pohon dan papan reklame yang siap tumbang secara tiba-tiba.

 

Di Jakarta selatan dahan-dahan pohon jatuh kejalan dengan tiba-tiba belum lagi ditambah dengan genangan air yang tinggi di jalanan sehingga tidak bisa di lalui oleh kendaraan.

Banyak pengendara motor yang terpaksa berlindung untuk berteduh di bawah naungan jalan-jalan tol karena di halte-halte bus sudah tidak cukup lagi tempat.terlihat para pengendara motor saling berdesak-desakan untuk berteduh dan berbagi tempat dari anak kecil hingga orang tua dan para PKL.

Bagi yang nekat menerobos genangan air membuat motor dan mobil mogok seketika, akibat tingginya air yang tergenang.

 Di beberapa halte Busway terlihat begitu penuh sesak dengan para penumpang yang baru saja turun ditambah dengan para penumpang akan menaiki bus way.jalur keluar dari halte bus way tanpa tidak memenuhi syarat bagi lintasan pedestrian untuk terhindar dari hujan dan tidak adanya tempat berteduh bagi pedestrian membuat penumpang terkonsentrasi di halte.

Seharusnya infrastruktur kota tidak hanya di rencanakan untuk kondisi panas terik saja akan tetapi juga mempertimbangkan pada kondisi hujan juga.disain bentuk halte dan jembatan penyeberangan yang ‘beauty’ tidak berguna pada saat hujan karena tidak dapat berfungsi dengan baik.

Pengguna kendaraan sepeda motor yang jumlahnya signifikan di Jakarta seakan tidak menjadi bahan pertimbangan bagi perencana kota untuk menyediakan infrastruktur kota.

Kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini tidak akan kembali ke kondisi cuaca sebelumnya,kondisi akan tampak lebih memburuk di masa depan .sudah saatnya pemerintah kota melakukan tindakan yang tidak hanya terbatas pada wacana harus lebih cepat dan dapat dilaksanakan .berpacu dengan permasalahan yang terus tumbuh akan menjadi .’kawan setia’ bagi para pejabat kota.

Dan pada saat hujan berhenti jutaan kendaraan bermotor serentak memenuhi jalan-jalan dijakarta dan bisa disaksikan jalan menjadi macet total.

Sampai kapan?…..

Glegar……..hujan turun kembali tiba-tiba……

 

Advertisements