Crap.Crap.Crap…….BruK….!!!!ngeng…ngn…ng….ng……ng..brak….!!!!!
Satu daun yang terpotong adalah 10 rupiah begitulah kira-kira yang menjadi pikiran penebang pohon di Jakarta.
Keberadaan jasa penebangan pohon ini di tandai dengan keberadaan iklan jasa penebang pohon sering terlihat di setiap sudut-sudut kota, iklan yang berisikan kalimat penebang pohon dengan di sertai nomor telpon yang dapat di hubungi ini tertempel pada tiang listrik, pada dinding-dinding bangunan pasar dan kadang sungguh ironisnya iklan jasa penebang pohon ini terpaku pada pohon-pohon pelindung di jalanan.
Keberadaan iklan-iklan jasa penebang pohon seakan ikut menantang keberadaan iklan program pemerintah ‘ One Man One Tree’ yang terpancang megah di setiap sudut kota dan sering muncul di Media TV-TV swasta.Iklan jasa penebang pohon seakan tidak mau kalah populer dengan para artis selibritis yang mau berpanas ria membagikan bibit pohon kepada setiap pengendara mobil yang lewat di sekitar bundaran HI.

Keberadaan jasa penebang pohon akan dapat di maklumi jika melihat sangat kristisnya kesehatan pohon-pohon besar pelindung di Jakarta, memang sebagian besar pohon pelindung di jalanan Jakarta bisa dikatakan menderita penyakit osteoporis yaitu suatu penyakit tulang pada manusia yang ditandai dengan massa tulang yang rendah dan kerusakan pada mikro arsitektur tulang,sehingga meningkatkan risiko fraktur atau patah tulang.oleh sebab itu maka tidak salah jika Pohon-pohon besar pelindung tersebut dikatakan Pohon berpenyakit osteoporosis dan siap untuk di amputasi atau di tebang.

Ini merupakan hal yang lucu,kenapa? Karena seharusnya semakin besar pohon pelindung tersebut maka semakin optimalah fungsi dari pohon tersebut sebagai peneduh jalan dan juga sebagai pabrik oksigen atau istilah kerennya ’paru-paru kota’ akan tetapi semakin besar pohon pelindung tersebut maka semakin besar pulah bahaya yang mengancam yang siap menimpa siapa saja yang berada atau melintas di bawah pohon tersebut.
Bukan berita baru jika sudah terjadi puluhan kali pohon besar pelindung tersebut memakan korban jika tumbang pada saat hujan dan kadang pada saat cuaca cerahpun pohon di jakarta seakan siap menerkam siapa saja yang melintas .

Kebutuhan manusia kota akan keberadaan pohon besar sudah merupakan hukum alam dimana hanya pohon dan tanamanlah yang bisa menyuplai kebutuhan oksigen untuk manusia tetap hidup dan sudah seharusnya pohon dan manusia dapat hidup berdampingan. Sebuah Pohon bukan hanya penyejuk mata dengan nilai estetikanya,sebuah pohon bukan hanya sekedar memproduksi buah untuk makanan kudapan manusia dan sebuah pohon bukan hanya sekedar tempat berteduh bagi pejalan kaki yang melintas maupun para pedagang kaki lima yang berjualan di bawah kerindangan daunnya. Diagram diatas menunjukan potensi keberadaan sebuah pohon yang telah di teliti secara ilmiah ,peran keberadaan sebuah pohon lebih besar nilainya daripada keberadaan sebuah pabrik mercedes,sebuah pusat perbelanjaan mewah, sebuah jalur busway maupun keberadaan jejeran toko-toko mewah di kawasan elite.

Lebih jauh daripada itu sebuah pohon besar mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya,tidak ada pabrik mewah atau canggih di dunia yang bisa membuat oksigen bagi bernafasnya mahluk hidup,Tidak ada pusat perbelanjaan yang memberi gratis buah-buahan manis ataupun sayuran di estalasenya, Tidak ada pabrik lingkungan yang menjual pencegah erosi atau longsor yang murah,Tidak pabrik yang bisa membuat atap peneduh dengan bunyi-bunyian burung dan bunyi dedaunan yang menyejukan telinga dari polusi.
Sebuah pohon besar memberikan hal tersebut secara gratis tanpa meminta imbalan,tanpa membeda-bedakan tingkatan sosial dalam masyarakat.

Keberadaan sebuah pohon besar tidak akan tergantikan dengan sebatang kayu pohon pelindung yang baru di tanam,butuh waktu yang lama daripada masa jabatan pemegang kebijakan ,sebuah pohon besar yang di tebang tidak hanya bagaikan merobohkan bangunan lama dan membangunnya dengan bangunan baru yang lebih mewah,menebang sebuah pohon berarti siap menanggung kerugian uang dalam jumlah ratusan juta rupiah, mematikan kehidupan mahluk-mahluk hidup yang bersarang-bertelur,membuang dengan percuma alat teknologi canggih penahan air hujan dan longsor dan melakukan tindakan sia-sia bagi kehidupan spritual.

Sudah seharusnya sebuah pohon di tepi jalan mempunyai tim kesehatan yang siap untuk merawat dan mengasuh keberadaan pohon tersebut untuk tumbuh besar dewasa dan siap melakukan tugas mulianya menjadi pabrik oksigen bagi manusia dan mahluk lainnya dan siap untuk menjadi tempat bersarangnya burung-burung dan sebagai simbol dari sebuah kenangan romantisme keberadaan sebuah ruang publik yang demokratis.

Dan,sudah seharusnya iklan-iklan penebang pohon tergantikan dengan jasa-jasa iklan perawatan sebuah pohon dari serangan penyakit osteoporosis pohon kotaku.

Apakah itu mustahil….?????

Advertisements