Beberapa hari ini polemik mengenai wacana untuk dipindahkannya IBUKOTA dari jakarta sedang melanda topik pembicaraan di berbagai kalangan saat menunggu kedatangan kendaraan busway yang telat datang,atau sambil iseng ngobrol ditengah kemacetan lalulintas.

Topik perpindahan IBUKOTA bukanlah barang baru, karena sejak presiden pertama Ir.Soekarno topik ini sudah dibicarakan,bahwa pada saatnya ibukota akan berpindah ke pulau kalimantan,dimana merupakan kota palangkaraya menjadi titik pusat pemerintahan Negara Republik Indonesia.

Perpindahan ibukota pernah dilakukan disaat perjuangan dulu,ibukota sempat dipindahkan kekota yogyakarta dan hal itu dilakukan tanpa perlu kajian terlebih dahulu.jika sekarang Presiden Susilo mengharapkan perpindahan ibukota dilakukan kajian secara mendalam terlebih dahulu itu sih sah-sah saja,mungkin karena zaman telah berubah.

Secara fisik perkembangan kota, Kota Jakarta memang sudah terlalu padat dan kompleksitas permasalahannya sudah terlalu tinggi,dari sisi kepadatan lalulintas,kepadatan jumlah bangunan dan dari segi lingkungan,Jakarta seakan dipaksakan untuk tetap tumbuh menjadi sebuah kota yang asri.permasalahan jakarta disebabkan karena begitu banyak fungsi yang harus dipikul oleh kota jakarta, mulai dari kota jasa,kota pemerintahan,kota pendidikan dll.

Sebuah tindakan yang arif jika satu fungsi kota jakarta sebagai kota pemerintahan dikurangi sehingga beban dari daya tampung kota menjadi lebir lebar untuk menjadikan kota ini Bersih Manusiawi dan Berwibawa.Jika hal ini terjadi maka dapat dibayangkan kelonggaran ruang yang akan didapat.Pusat pemerintahan akan pindah demikian juga berbagai instansi departemen akan ikut pindah dan mungkin akan di ikuti oleh kantor-kantor negara sahabat.Semua pegawai negeri sipil ,polri dan tentara akan berpindah ke ibukota yang baru di kalimantan.

Mungkin jika hal ini terjadi maka akan terjadi exodus secara besar-besaran dalam sejarah negara,perpindahan penduduk dari satu wilayah kewilayah yang lain.

banyak keuntungan jangka panjang yang akan di dapat dari perpindahan ini,mulai dari kewibawaan negara dengan mempunyai sebuah bangunan kantor presiden yang di bangun oleh putra-putri terbaik bangsa tidak lagi merupakan istana yang merupakan peninggalan penjajahan kolonial,dari segi keamanan bencana alam,ibukota pemerintahan akan lebih aman dari tsunami maupun gempa yang akhir-akhir ini sering terjadi dan akan lebih sering terjadi lagi di masa depan jika dilihat dari efek global warming.

Pengawalan presiden tidak lagi akan membuat masyarakat menepi untuk mempersilahkan bapak presidennya lewat untuk bolak balik kantor dan rumah dan presiden pun tidak harus lagi ganti mobil hanya karena masalah banjir di jalan thamrin.

Dan yang terpenting,kedudukan Ibukota akan berada di titik sentral wilayah Indonesia yang akan membuat semakin tinggi kewibawaan dan kedaulatan pemerintah di mata masyarakat dimana ibukota berada pada titik tengah ruang dan waktu,sehingga jarak waktu antara ibukota dan tanah pertiwi timur maupun barat hanya berbeda 1 jam saja.

sangat elok impian tersebut bagi masa depan bangsa.

tapi,

meskipun hal itu masih perlu di kaji,biarlah sementara waktu menjadi impian yang tak terbeli untuk di bawa tidur.

Advertisements