Berbagai kejadian akhir-akhir ini melanda bumi pertiwi Indonesia,Banjir bandang di sumatra barat, jebolnya tanggul di situ gunung tangerang hingga angin puting beliung berhasil merontokkan segala benda yang di lewatinya sehingga berakibat fatal bagi manusia.Memang harus di akui jika sang alam mulai murka maka tidak ada seorang pun dapat mengetahui secara jelas kapan hal itu akan terjadi apalagi untuk membendungnya.

Sering jika terjadi sesuatu yang menyebabkan korban berjatuhan, pemerintah dengan gampangnya untuk saling menuduh dan saling tunjuk tumbal, yang akhirnya untuk supaya masyarakat dapat memaklumi hal tersebut di sebutlah faktor bencana alam sebagai penyebab.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Kota Jakarta bukanlah satu-satunya yang menghadapi permasalahan banjir setiap tahunnya ,Turunnya hujan mengakibatkan beberapa kota besar di Indonesia mengalami banjir,seperti di kota semarang lapangan terbang internasional dan stasiun kereta api tawang menjadi mendadak terhenti beroperasi karena tingginya air akibat banjir, sedangkan melalui berita media televisi beberapa kota-kota dipesisir utara pulau jawa juga mengalami hal yang sama malah kadang ada kota yang jauh dari pantai ikut juga terendam oleh banjir.

Pemerintah daerah sebagai instansi yang berwenang untuk mengatur dan membuat penataan ruang menyatakan permasalahan banjir ini terjadi dikarenakan kerusakan lingkungan dan kadang malah ada yang menyatakan problem ini merupakan bencana alam.

Read the rest of this entry »

Umpatan berbalas umpatan menjadi hal yang biasa jika menjelang  musim hujan di jalan-jalan jakarta,umpatan dari pejalan kaki yang terkena cipratan genangan air yang muncrat akibat kencangnya pengendara motor yang melintas dan menggunakan jalur pedestrian sebagai  ’jalur resmi’ alternatif dilanjtkan dengan umpatan dari pengendara motor kepada pengemudi kendaraan roda empat yang seakan tidak ingin memberikan jalan bagi pengendara motor untuk ikut berdesakan di kemacetan jalan raya. Di sisi lain terdengar umpatan  pengendara mobil kepada sopir bus angkutan umum yang berhenti atau berbelok tanpa pemberitahuan terlebih dahulu untuk mengambil ’rejeki’ dari pejalan kaki yang tidak menunggu pada halte yang telah tersedia.

Berbalas pantun yang harusnya merupakan keindahan budaya bangsaberganti seketika menjadi berbalas umpatan yang berisikan kata-kata tidak pantas penuh dengan aroma kebencian,dan semua itu terjadi manakala hujan melanda jakarta.

Berbagai komentar,pendapat dan analisa dan seribu teori ampuh dikumandangkan dari para pakar di beberapa stasiun TV swasta maupun pemerintah untuk dapat mengatasi permasalahan kemacetan jalan di kota jakarta ,tapi semua itu akan menjadi ’barang usang’ jika kita berada pada situasi di jalan jakarta pada saat hujan. kecerdasan dalam menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar menjadi ’kecerdasan’ menggunakan kalimat umpatan.dan kadang akan berlanjut dalam situasi percekcokan antar penggunan jalan yang kadang berakhir dengan proses baku hantam.

Read the rest of this entry »

 

Coba sejenak kita berdiri  untuk merasakan atmosfir kota jakarta,entah berdiri pada jalur pejalan kaki jalan protokol seperti thamrin-sudirman , di tepi terminal bus , plaza di depan pusat pertokoan atau di depan istana merdeka sekalipun, akan sangat terasa bahwa atmosfir kota seperti jakarta sudah tidak lagi nyaman untuk di nikmati.kenapa bisa demikian….????

Pertumbuhan industrialisasi dan urbanisasi berperan menimbulkan dampak negatif lingkungan perkotaan tampak tidak terkendali lagi oleh pengelola kota dan tidak konsistensinya pengelola kota melakukan pembenahan pada permasalahan lingkungan perkotaan menjadikan kota jakarta menjadi kota ’sakit’

 Seuntai syair pada lagu grup band koesplus ”kembali kejakarta”

”disana rumahku dalam kabut biru….” sudah menjadi barang impian yang terlalu pahit untuk di rindukan

Read the rest of this entry »

Musim penghujan telah mulai datang dan akibat daripada itu,sebagai warga Jakarta kita telah mengetahui dampak apa yang akan terjadi di sekitar kita di 2-3 bulan mendatang.Musim Banjir akan menjadi bagian kehidupan bermasyarakat sehari-hari di Jakarta,melihat waduk-waduk dadakan dan tergenangnya air di kamar tidur sudah pasti menjadi menu sehari-hari.

Air akan meluap tanpa pandang bulu,kawasan-kawasan yang biasanya bebas dari banjirpun kali ini perlu berhati-hati.dari pelajaran banjir di bulan februari tahun 2007 yang lalu,kita dapat saksikan air meluap tidak hanya pada sebatas daerah banjir akan tetapi telah masuk di daerah-daerah kawasan yang biasanya bebas akan bahaya banjir.

Fakta

Didalam bukunya ‘Mengurai Ancaman Banjir’ karangan Drs H.Ma’mun Ir.Msi didapatkan data bahwa luas provinsi DKI Jakarta adalah seluas 650 KM2/ 65.000 Ha, mempunyai ketinggian tanah 0-10M Diatas Permukaan Laut (dari titik 0 Tg.Priok) dan 5-50 M Diatas Permukaan Laut  (dari Banjir kanal sampai batas selatan DKI Jakarta) Hampir separuh luas area DKI Jakarta yaitu 40 % atau 24.000 Ha merupakan dataran rendah terutama didaerah Jakarta utara yang berada di bawah permukaan air laut pasang yang berarti tanpa datangnya hujanpun ,areal tersebut akan mengalami banjir akibat naiknya air laut kepermukaan.

Read the rest of this entry »

Mustahil bagi kota jakarta dapat memiliki luas Ruang Terbuka HIjau ( RTH ) sebesar 30% seperti yang ditetapkan oleh UU.Tata Ruang No:26/2007 . Kesulitan Pemda DKI dalam merealisasikan hal tersebut dapat terlihat dari hasil wawancara dengan Ir.Ery basworo,Kepala Dinas Pertamanan DKI  pada sebuah program stasiun TV November 2008.Dengan bersusah payah pun Pemda DKI pada tahun 2010 hanya akan memiliki Luasan RTH sekitar 14% saja.dan hal itu masih jauh daripada kebutuhan ideal luas RTH bagi masyarakat kota.

Jika harus dilakukan pembebasan tanah dengan cara membeli ,maka Pemda DKI akan memerlukan uang kurang lebih sebesar 15 Trilyun Rupiah ( 16% luas area X harga asumsi tanah di DKI Rp 1.500.000/M2 ) ,Dana tersebut akan di dapatkan dari beban Pajak masyarakat.

Sebenarnya sejak tahun 1965 sudah dicanangkan luasan RTH dki seluas 37 %, Perencanaan Kota yang matang pada saat rencana induk itu disahkan sebenarnya akan membuat kota Jakarta hari ini menjadi kota Hijau (green city), Rencana induk tahun 1965-1985 menjanjikan kepada  masyarakat DKI untuk bisa memiliki beberapa Hutan kota seperti Hutan Senayan, Hutan Tomang, Hutan Pantai kapuk, Hutan Kelapa Gading, Hutan Sunter, dimana area resapan air menjadi luas sehingga banjir  bukanlah momok yang harus di takuti serta fungsi ekologis dari kawasan tersebut akan menjadi filter ampuh bagi polusi dan pencemaran serta tidak ada lagi pohon tumbah atau patah karena luasnya area untuk akar menyebar.

Read the rest of this entry »

saling tudingUntuk mencari Siapa yang Pertama bertanggung jawab terhadap banjir yang melanda Jakarta mungkin bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami.semua pihak akan menghindar dengan segala macam alibinya baik itu pihak pemerintah maupun pihak masyarakat ,Aksi saling tuding dan saling tunjuk akan menjadi tontonan yang seru, menuding masyarakat karena buang sampah sembarangan, menuding spekulan tanah yang bermain dibalik pembebasan tanah hingga tidak adanya kejelasan grand masterplan kota yang katanya paling wahid.

Efek saling tuding tidak hanya terjadi pada permasalahan banjir di Jakarta ,jika kita menyaksikan acara TV yang penuh dengan acara-acara debat maupun diskusi terlihat nyata, saling tuding dan saling tunjuk merupakan senjata pamungkas yang akan digunakan jika telah terpojok untuk menghadapi pertanyaan, Siapakah yang bertanggungjawab? Tidak ada satu pihak pun bersedia menjadi pihak pertama yang menyatakan bertanggung-jawab akan segala permasalahan tersebut.

Barangkali sudah terbiasa untuk saling tuding dan akhirnya ditudinglah pihak yang kadang tidak tahu menahu bahkan tidak terkait dengan inti permasalahan , tiba-tiba terciptalah sosok ‘kambing hitam’ untuk dijadikan tumbal sekedar untuk sebagai penyelamat sementara.

Read the rest of this entry »

Money TreeSaat sekarang ini issue perubahan iklim global sedang melanda dunia dan perubahan nyata terjadi dimana-mana akibatnya berbagai kebijaksanaan pemerintah negara dirumuskan dan beraneka-ragam tindakan dan slogan kampanye dari organisasi-organisasi lingkungan seakan saling berlomba-lomba mencari solusi dan strategi yang jitu untuk meredam dampak akibat perubahan iklim.

 Indonesia pun di penuhi dengan berbagai diskusi, seminar dan bahkan  demonstrasi mengenai pentingnya menemukan strategi pembangunan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan hidup, semua itu seakan menjadi ‘parameter’ ke ikutsertaan pemerintah RI dalam gerakan meredam dampak perubahan iklim tersebut.

 Dalam kaitannya terhadap perubahan iklim yang terjadi seorang Arsitek Lansekap sudah seharusnya mempunyai beban tanggung jawab dalam mereduksi segala aktifitas yang berdampak negative bagi planet bumi.

 Kenapa….????

Read the rest of this entry »

Aku terhenyak saat jam berdentang 9 kali “DUNIA DALAM BERITA” menyiarkan BANGUN SUGITO,Mantan kumbang metropolitan “ANAK JALANAN” yang dulunya pada saat “KEMARAU” penikmat  segelas “AIR API”  dan penyabut nyawa “JARUM NERAKA” mengucapkan “SALAM TERAKHIR” kepada primadona “ASTUTI” si manis ” NONA” dan yang sedap dipandang mata “KARTIKA” dan semua “SOBAT  MUDA” penggemarnya
“HARI-HARI” terakhirnya dilalui dengan penuh pertobatan terisi Dakwah dan Doa, tinggalkan semua “PROBLEMA” serta “KEMBALI PADA-NYA”

“STOP SAMPAI DISINI” dia berujar untuk “PERMATA HITAM” dan pada akhirnya “API TELAH PADAM” pada segala siksa dunia.

Akan tetapi GITO ROLLIES  “AKU TETAP AKU” si“BURUNG KECIL” yang terbang tinggi sesuka hati  walau hidup masih tak tentu.

Selamat jalan “CINTA YANG TULUS” ku ,salam untuk STANZAH….

“SETANGKAI BUNGA” untuknya

“NO SAD SONG” terekam di kenangan…

ROCKER  NEVER DIES…….!!!!!!

taman ayodia

Awalnya

Seorang arsitek local yang bernama,Moh soesilo (1948) merancang wilayah kebayoran baru menjadi Kota Taman pertama di Indonesia Kebayoran Baru merupakan adaptasi kota taman bergaya Eropa (Belanda) dalam iklim tropis, sehingga sering disebut sebagai kota taman tropis yang banyak dikembangkan oleh Thomas Karsten di beberapa kota di Jawa (Bogor, Bandung, Malang) dan luar Jawa, di mana arsitek Moh. Soesilo adalah salah satu muridnya.(sumber:www. inilah.com)

Dan Taman yang terletak di ujung jalan Mahakam II lebih dikenal dengan Taman barito dengan luas kurang lebih 7000 M2 menjadi bagian dari kota taman tersebut. Jika ditilik dari pembangunan Taman tersebut hingga hari ini, berarti Taman Barito yang aslinya bernama taman Ayodia telah berumur kurang lebih 50 Tahun dan Pohon-pohon rindang dengan diameter batang lebih dari 50 Cm menjadi tanda dan saksi bisu keberadaan taman tersebut.

Read the rest of this entry »